Subscribe

Sabtu, 30 Januari 2021

Tahap-tahap Produksi Film & Sinematografi

 

Tahap-tahap Produksi Film & Sinematografi

 

A.   Pengertian Video

Video adalah gabungan gambar-gambar diam yang dibaca berurutan dalam suatu waktu tertentu dan dengan kecepatan tertentu yang dapat ditambahkan audio sebagai pengiring dari gambar-gambar tersebut. Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate

 

B.   Jenis-jenis Video Film berdasarkan tujuan pembuatannya:

Ø  Cerita                   :  Video yang bertujuan untuk memaparkan cerita.

Ø  Dokumenter         : Video yang bertujuan merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan.

Ø  Berita                    :  Video yang bertujuan memaparkan sebuah berita.

Ø  Pembelajaran      : Video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.

Ø  Presentasi             : Video yang bertujuan untuk mengomunikasikan ide atau gagasan.

 

C.    Jenis Jenis Video Berdasarkan Formatnya

 

Ø  AVI

AVI atau Audio Video Interlaced diperkenalkan pertama kali pada tahun 1992 oleh Microsoft. Format video ini didukung oleh hampir semua alat pemutar. Ukuran filenya yang cenderung besar membuat AVI kurang efisien untuk disimpan.

 

Ø  MKV.

MKV atau Matroska Video Container merupakan format video yang berstandar terbuka dan bebas. MKV memiliki banyak kelebihan termasuk untuk membuat menu dan chapter pada DVD. Meskipun dianggap sebagai format paling fleksibel saat ini, MKV belum didukung secara universal.

Ø  MPEG 1.

Format jenis ini banyak digunakan dalam industri video. Kualitas gambar yang disimpannya setara dengan VHS dengan audio setara CD.

Ø  MP4.

MP4 merupakan versi pembaruan dari MPEG. Format ini sering digunakan bersamaan dengan standar kompresi video H.263 / H.264 / H.265 dan AAC untuk audio. H.264 mempunyai nama resmi MPEG-4 Part 10 atau disebut juga AVC (Advance Video Coding), H.265 mempunyai nama resmi MPEG-H Part-2 atau disebut juga HEVC (High Eficiency Video Coding).

Ø  MOV.

MOV banyak digunakan untuk player Quick Time. Untuk pengiriman file video melalui internet, MOV adalah format yang paling sering dipakai.

 

Ø  3GP.

3GP atau 3rd Generation Partnership Project adalah format video yang paling banyak digunakan untuk keperluan multimedia. Ukuran file-nya lebih kecil dan kualitasnya lebih rendah dari MP4.

 

D.   TAHAPAN PRODUKSI FILM :

1.      Pra Produksi

Tiga tahap atau langkah utama, yaitu:

a.      Pencarian dan Penemuan Ide

Tahap pra produksi dimulai dengan pencarian ide-ide kreatif dalam rangka menemukaan tema atau isu yang menarik dan memiliki nilai penting bagi kehidupan. Dalam aktivitasnya, dalam tahap ini lazim menyertakan aktivitas riset dan diskusi, dalam rangka memilih, mengembangkan dan memantapkan ide. Dari pemantapan ide, penulis naskah melanjutkannya ke dalam naskah atau scrip yang siap untuk dijadikan panduan dalam produksi.

 

b.      Perencanaan Produksi

§  Tahap ini meliputi penetapan-penetapan: jangka waktu kerja (time schedule), kesiapan naskah, pilihan artis, crew, lokasi shooting, alokasi anggaran, jenis dan jumlah peralatan, property serta wardrop atau kostum artis.

§  Dalam kaitannya dengan iklim (kondisi alam), kadang estimasi waktu menjadi meleset. Ini bisa berakibat macam-macam, termasuk akibat pada waktu dan anggaran. Oleh karenanya perencanaan perlu disusun secermat mungkin.

 

c.       Persiapan Produksi

Tahap ini meliputi aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam rangka membereskan beberapa hal seperti perijinan, kesiapan artis (biasanya dengan latihan atau reading), memeriksa kesehatan crew dan artis, pembuatan setting, pemeriksaan alat, property dan wardrop. Itu semua dicermati dengan mengacu pula pada time schedule yang telah dibuat.

 

2.      Produksi

Dalam tahap produksi, sutradara bersama crew dan artis berupaya mewujudkan perencanaan, termasuk di dalamnya adalah naskah yang telah disempurnakan, menjadi gambar dan suara yang siap untuk disusun hingga mampu bercerita.

Sutradara, dalam pelaksanaan produksi, dibantu oleh asisten sutradara menentukan shoot yang akan diambil dalam suatu adegan (scene). Biasanya, sutradara mempersiapkan shoot list dari tiap adegan. Sering terjadi dalam produksi, satu kalimat dalam dialog, oleh sutradara (dibantu asistennya) dipecah ke dalam 3 atau 4 shoot, untuk memperkaya gambar.

Ø  Dalam tahap produksi, selain kameraman, lightingman juga menempati posisi yang amat penting, karena kualitas gambar turut ditentukan oleh kecukupan cahaya. Kondisi alam (perubahaan cahaya) sering membuat kerja lighting menjadi lebih rumit. Di samping lighting, peran soundman juga amat penting dalam tahap produksi, karena sebuah pengambilan gambar yang berbarengan dengan pengambilan suara bisa membuahkan hasil yang tak layak pakai (termasuk hasil gambarnya) gara-gara mutu suaranya tak layak pakai.

Ø  Dalam produksi di lokasi shooting, sutradara adalah pemimpinnya. Sutradara dituntut untuk bisa mencermati kondisi lingkungan,

  

3.      Pasca Produksi

Dalam tahap pasca produksi, dapat ditetapkan tiga tahap atau langkah utama, yakni: 

a.      Editing Off Line

Setelah shooting selesai, scrip writer membuat logging, yaitu mencatat kembali semua hasil shooting berdasarkan catatan shooting dan gambar. Di dalam logging time code (nomor kode yang dibuat dan muncul dalam gambar) dan hasil pengambilan setiap shot, dicatat. Berdasarkan catatan tersebut, dibuatlah editing kasar yang disebut editing off line.

b.      Editing On Line

Berdasarkan editing scrip, editor melakukan editing secara cermat, adegan-adegan dan shoot-shoot yang ada dalam tiap adegan, serta membuat transisi gambar yang menarik, sesuai tuntutan scrip. Dalam editing on line, materi sound juga dimasukkan serta ditata sesuai posisi yang dikehendaki oleh naskah. Setelah editing on line selesai dan dianggap cukup, barulah dilanjutkan ke tahap mixing.

c.       Mixing

Ø  Narasi yang sudah direkam (jika pakai narasi) dan ilustrasi musik yang sudah direkam pula, dimasukkan ke data editing untuk di-mix bersama elemen-elemen lain yang diperlukan. Keseimbangan antara sound effect, suara asli, ilustrasi musik, dan narasi ditata sedemikian rupa sehingga tidak saling mengganggu dan terdengar jelas. Setelah mixing suara serta gambar selesai, termasuk grafisnya, maka tahapan-tahapan penting dalam post production bisa dianggap selesai, dan tahap berikutnya bisa dilakukan preview.

Ø  Dalam preview, tak ada lagi yang diperbaiki, karena dianggap telah selesai.

 

D.    Proyek Pengembangan Film

Setiap produk film tidak akan menjadi bagus apabila tidak disertai dengan alur cerita yang jelas.

Alur cerita dapat disajikan dalam beberapa cara :

o   Sinopsis /Narasi

o   Treatment

o   Skrip Skenario

o   Skrip Dialog

o   Storyboard

 SINEMATOGRAFI

A.    Pengertian

Sinematografi (dari bahasa Yunani: 'kinema - κίνημα' "gerakan" dan graphein - γράφειν "merekam") Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

                                                                                    

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.

 

B.     Sudut kamera

Camera angle atau sudut penempatan kamera juga memegang peranan yang sangat penting pada sinematografi.

Penempatan sudut kamera ini sangat dipengaruhi beberapa faktor di antaranya analisis pada skenario, penggunaan jenis lensa dan sebagainya. 

Penempatan sudut kamera juga berpengaruh pada kondisi psikologis penonton, contohnya adalah jika kita menggunakan High Angle – kamera lebih tinggi dari garis axis kamera, maka penonton akan diposisikan lebih tinggi dari subjek, hal ini yang membuat penonton merasa subjek lebih kecil baik secara fisik atau lebih rendah derajatnya dalam tatanan sosial. Pada film hal ini sering digunakan untuk memperlihatkan pengemis, rakyat jelata dsb. Sedangkan penggunaan Low Angle – Kamera lebih rendah dari garis aksis kamera, maka penonton diposisikan lebih rendah dari subjek, hal ini yang membuat penonton merasa subjek lebih tinggi secara fisik atau lebih tinggi derajatnya dalam tatanan sosial. Hal seperti ini banyak kita temukan di film untuk memperlihatkan raja, hakim, dan sebagainya. Kemudian ada juga yang disebut dengan Eye level – kamera sama tingginya dengan level subjek atau jika subjek berdiri/duduk kamera berada pada aksis yang sama dengan posisi subjek. Bisa dikatakan sebagai pandangan subjek ke subjek lain dalam sebuah potongan tetapi bukan Point of View.

Pada dasarnya kamera angle dibagi dalam tiga jenis yaitu:

1.      Objektif camera angle

Angle objektif maksudnya adalah kamera menjadi point of view cerita, artinya penonton melihat semua elemen visual yang sutradara berikan dalam filmnya. Contoh yang paling gampang adalah dalam film dokumenter di mana orang-orang tidak melihat ke arah lensa kamera atau dalam candid shot/kamera tersembunyi.

2.      Subjektif camera angle

Angle subjektif maksudnya adalah seperti personal view point artinya penonton berpartisipasi dalam sebuah shot seperti pengalaman sendiri. Contohnya adalah shot dari udara atau aerial shot yang memperlihatkan pemandangan kota. Atau birds point of view.

Jika seorang aktor melihat langsung ke arah lensa/penonton maka penonton di sini juga berpartisipasi dalam sebuah shot tersebut, maka bisa juga disebut angle subjektif.

3.      Point of view

Point of view adalah pandangan subjektif dari subjek dalam scene. Maksudnya jika kita melihat seorang aktor melihat ke arah langit kemudian shot selanjutnya adalah arak-arakan mega di langit maka shot ke dua tersebut adalah point of view subjek tersebut.


C.    Jenis rekaman

§  Shot sering didefinisikan sebagai sebuah aktivitas perekaman dimulai dari menekan tombol rekam pada kamera hingga diakhiri dengan stop. Sedangkan

§  Scene adalah sering diartikan sebagai tempat atau setting di mana sebuah cerita akan dimainkan, hal ini tentu saja terpengaruh dari dunia teater atau panggung. Sebuah Scene bisa terdiri dari beberapa shot atau bisa saja satu shot panjang yang disebut sebagai Sequence shot.

§  Sequence adalah rangkaian dari beberapa scene dan shot dalam satu kesatuan yang utuh.

Tipe-tipe dari shot dibagi dalam beberapa bagian, yaitu :

Type of shot:

1.      Long shot

Teknik ini menggunakan area yang memperlihatkan seluruh tubuh subjek tanpa terpotong frame. 

2.      Medium close up

Medium close up biasanya memperlihatkan wajah subjek mulai dari dada sampai kepala.

3.      Medium shot

Teknik ini lebih sempit lagi dari medium long shot. Pengambilan gambar dimulai dari sekitar pinggang sampai kepala.

4.      Knee shot

Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut, ukuran gambar yang agak nanggung ini bertujuan untuk menampilkan apa yang sedang dilakukan oleh objek.

5.      Full shot

Teknik ini memperlihatkan seluruh tubuh obyek, dari kepala hingga kaki.

6.      Extreme close up

Teknik ini biasanya hanya fokus pada satu bagian tertentu, misalnya mata, hidung, atau bibir.

7.      Close up

Teknik ini biasanya diambil mulai bagian bawah bahu sampai kepala. 

8.      Medium Long Shot

Teknik ini hampir mirip dengan long shot tetapi batas pengambilan gambar biasanya mulai lutut hingga kepala.





Download PDF disini!

0 komentar:

Posting Komentar